Jumat, 21 Oktober 2016

SOAL DAN ANALISIS JAWABAN MATERI ORGANISASI

TUGAS 2 PENGANGGARAN PERUSAHAAN

Nama               : UNUN NAIMAH
NIM/ Kelas     : A210140141/ A
Mata Kuliah    : Penganggaran Perusahaan
Tugas               : Contoh soal dan jawaban beserta analisisnya tentang “Organisasi”

1.      Seorang pemimpin dalam organisasi harus memiliki sikap dibawah ini, kecuali...
A.    Tidak menghargai pendapat orang lain
B.     Bijak dalam pengambilan keputusan
C.     Tanggung jawab
D.    Tegas
Pembahasan:
A.    Tidak menghargai orang lain, merupakan sikap yang tidak mencerminkan seorang pemimpin, sebab pemimpin dalam organisasi tidak akan maju tanpa berbagai pendapat, kritikan, dan saran yang membangun.
B.     Bijak dalam pengambilan keputusan, karena dapat berdampak terhadap yang lain, menciptakan kesempatan untuk orang lain, dan dapat dipertanggung jawabkan
C.     Tanggung jawab menurut KBBI adalah keadaan seseorang dimana wajib menanggung sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
D.    Bersikap tegas yaitu memberitahu orang lain tentang sesuatu yang Anda inginkan dan tidak Anda inginkan dengan cara yang jujur, lugas, elegan, dan penuh percaya diri. Kemudian, ia siap bertanggung jawab atas apa yang telah ia katakan (Sue Hadfield dan Gill Hason (2010) dalam buku How to be Assertive in Any Situation).
Jawaban: A. Tidak menghargai pendapat orang lain.



2.      Yang memiliki fungsi sebagai pemberi nasihat, pemberi pertimbangan sesuai bidang keahliannya adalah...
A.    Manager
B.     Direktur
C.     Pelaksana
D.    Staff
Pembahasan:
A.    Fungsi manajerial:
·         Perencanaan apa yang mereka lakukan.
·         Mengorganisasi untuk mendukung rencana.
·         Menyusun staf dalam organisasi beserta sumberdaya yang diperlukan.
·         Pengarahan untuk mewujudkan rencana.
·         Pengendalian sumberdaya.
B.     Fungsi direktur
§  Memutuskan dan menentukan peraturan dan kebijakan tertinggi perusahaan.
§  Bertanggung jawab dalam memimpin dan menjalankan perusahaan.
§  Bertanggung jawab atas kerugian yang dihadapi perusahaan termasuk juga keuntungan perusahaan.
§  Merencanakan serta mengembangkan sumber-sumber pendapatan dan pembelanjaan kekayaan perusahaan.
§  Bertindak sebagai perwakilan perusahaan dalam hubungannya dengan dunia luar perusahaan.
§  Menetapkan strategi-strategi stategis untuk mencapakai visi dan misi perusahaan.
§  Mengkoordinasikan dan mengawasi semua kegiatan di perusahaan, mulai bidang administrasi, kepegawaian hingga pengadaan barang.
§  Mengangkat dan memberhentikan karyawan perusahaan.
C.     Pelaksana yaitu profesi yang mampu melakukan kegiatan langsung, mengkoordinir mengarahkan dan mengawasi pekerja dalam melaksanakan tahapan kegiatan pekerjaan sesuai gambar kerja spesifikasi dan metode kerja.


D.    Macam-Macam Staf
§  Staf Penasihat
Staf penasihat dibentuk untuk memberikan saran, bantuan, dan jasa kepada seorang manajer. Staf penasihat juga memberikan saran-saran kepada pimpinan terhadap semua bidang yang menjadi tugas dan tanggung jawab pimpinan. Apabila diperlukan manajer dapat menunjuk atau mengangkat staf penasihat dalam bidang perencanaan, pengorganisasian, pemberian motivasi, pengawasan, dan pengambilan keputusan.
§  Staf Pelayanan ( Staff Specialis )
Fungsi utama staf pelayanan adalah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dalam bentuk kegiatan-kegiatan operasional, bukan memberikan saran atau pertimbangan.
Jawaban: D. Staff




SOAL DAN ANALISIS "PRINSIP EKONOMI"

TUGAS 1 PENGANGGARAN PERUSAHAAN

Nama               : UNUN NAIMAH
NIM/ Kelas     : A210140141/ A
Mata Kuliah    : Penganggaran Perusahaan
Tugas               : Contoh soal dan jawaban beserta analisisnya tentang “Prinsip Ekonomi”

1.      Mendirikan tempat usaha dekat dengan bahan baku, daerah pemasaran, atau tenaga kerja merupakan contoh dari?
A.    Prinsip ekonomi dalam kegiatan distribusi
B.     Prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi
C.     Tujuan prinsip ekonomi
D.    Prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi
Pembahasan:
A.    Prinsip ekonomi dalam kegiatan distribusi
Prinsip ekonomi dalam kegiatan distribusi maksudnya penyaluran barang serta jasa dari produsen ke konsumen.
Contoh: Menyalurkan barang dengan prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat tempat
B.     Prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi
Usaha dalam mendapatkan kepuasan sebesar-besarnya dari suatu barang dan jasa, dengan melakukan pengorbanan serta penggunaan anggaran tertentu.
Contoh: Membeli barang dengan menawar harga paling murah.
C.     Ada beberapa tujuan dilakukannya prinsip ekonomi. Antara lain sebagai berikut.
-          Mencegah terjadinya konsumsi yang boros.
-          Memperkecil adanya kerugian akibat dari kesalahan-kesalahan tertentu.
-          Mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin.
-          Mempergunakan kemampuan dan modal yang dimiliki.
D.    Prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi
Kegiatan dasar dalam memproduksi barang serta jasa sebanyak-banyaknya dengan biaya produksi serta pengorbanan tertentu.
Jawaban: D. Prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi
2.      Contoh penerapan prinsip ekonomi yaitu...
A.    Melakukan tipu daya dalam berdagang
B.     Mencari uang tambahan
C.     Meminta jajan kepada teman
D.    Menggunakan uang sehemat mungkin
Pembahasan:
Ciri-ciri orang yang menerapkan prinsip ekonomi antara lain:
1)      Bertindak rasional, artinya seseorang yang melakukan tindakan selalu dengan akal sehat dan bukan berdasar dari emosi dan hawa nafsu.
2)      Bertindak ekonomis, maksudnya seseorang yang melakukan tindakan ekonomi dengan perhitungan yang cermat dan perencanaan yang matang.
3)      Bertindak hemat, maksundya seseorang yang melakukan kegiatan ekonomi dapat menghindari pemborosan dengan cara membeli sesuai dengan kebutuhan.
4)      Membuat skala prioritas, artinya seseorang dalam memenuhi kebutuhannya dengan membuat suatu urutan kebutuhan menurut tingkat kepentingannya dari yang mendesak sampai dengan yang dapat ditunda-tunda.
5)      Bertindak dengan menerapkan prinsip cost and benefit, maksudnya seseorang dalam melakukan tindakan ekonomi senantiasa memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang yang diterima dari suatu tindakan yang dilakukannya.
Jawaban: D. Menggunakan uang sehemat mungkin, sebab bertindak hemat merupakan salah satu ciri-ciri orang yang menerapkan prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.


Rabu, 14 September 2016

PERKEMBANGAN AKUNTANSI KEUANGAN SYARIAH

PERKEMBANGAN AKUNTANSI KEUANGAN SYARIAH

Saat ini, masyarakat yang kebanyakan beragama Islam mulai resah dengan praktik keuangan secara konventional. Sering terjadi ketidaksamaan dalam pencatatan dan pembukuan keuangan untuk kepentingan individu maupun kelompok. Oleh sebab itu, usaha sebagian umat muslimin dalam membantu penegakkan syariat Islam dalam segala kehidupan, khususnya dalam bidang ekonomi terus digencarkan. Orasi oleh institusi keuangan bernuansakan Islam terus dilakukan di negeri Indonesia ini, bahkan di negara-negara lain di dunia.

Agama Islam telah membawa pengaruh positif terhadap perkembangan akuntansi yang perlu dikembangkan dan diaplikasikan oleh umat muslim dalam kehidupan sehari-hari terkait hal pencatatan bukti transaksi yang bersifat tidak tunai dan kewajiban untuk membayar zakat. Hal ini sesuai dengan praktik akuntansi pada masa Nabi SAW sesuai perintah Allah dalam Al Qur’an untuk mencatat transaksi yang bersifat tidak tunai (QS 2:282) dan membayar zakat (QS 2:43, 110;  9:103, 71; 22:78; 58:13) (Yaya, Rizal dkk, 2014:2).
           
Kewajiban membayar zakat berdampak pada didirikannya lembaga Baitulmal oleh Nabi SAW yang berfungsi sebagai institusi penyimpan zakat beserta pendapatan lain yang diterima oleh negara. Pada masa tersebut, pendistribusian harta kekayaan dilakukan setelah harta diperoleh, sehingga tidak perlu adanya pelaporan atas pemasukan dan pengeluaran dari Baitulmal. Hal serupa berlanjut hingga masa kekhalifahan Abu Bakar as Sidik (Yaya, Rizal dkk, 2014:3).

Berbeda dengan masa Oemar bin Khotob yang mampu mendirikan unit khusus bernama Diiwan dengan alasan kas negara yang meningkat secara signifikan sehingga perlu adanya pembuatan laporan keuangan sebagai bentuk tanggung jawabnya (Zaid, 2001, dalam Yaya, Rizal dkk, 2014:3). Selanjutnya, laporan keuangan pemeritah dikembangkan oleh Khalifah Oemar bin Abdul ‘Aziz (681-720 M) berupa praktik pengeluaran bukti pemasukan uang. Kemudian Kholifah Al Walied bin Abdaul Maalik (705-715 M) mengenalkan catatan yang terjilid dan tak terpisah-pisah seperti sebelumnya (Lasyin, 1973, dalam Yaya, Rizal dkk, 2014:3).

Pada masa Daulah Abbasiah, perkembangan pengelolaan buku akuntansi mencapai tingkat tertinggi. Pengklasifikasian akuntansi antara lain peternakan, perkebunan, kebendaharaan, dan lainnya (Zaid, 2001 dalam Yaya, Rizal dkk, 2014:3). Buku besar yang digunakan dalam sistem pembukuan antara lain:
1.      Jariddah al-Khoroj
2.      Jariddah an-Nafaqot
3.      Jariddah al-Maal,
4.      Jariddah al-Musadariin (Lasyin, 1973, dalam Yaya, Rizal dkk, 2014:3).

Bentuk-bentuk laporan akuntansi telah dikembangkan untuk sistem pelaporan yaitu
1.      Al-Khitmaah (Bin Jafar, 1981, dalam Yaya, Rizal dkk, 2014:4).
2.      Al-Khitmaah al-Jam’iyah (Lasyin, 1973, dalam Yaya, Rizal dkk, 2014:4).

Berbagai penghampiran dalam mengembangkan Akuntansi Syariah, antara lain:
1.      Penghampiran yang bertujuan untuk pengambilan keputusan dan memelihara kekayaan lembaga (AAOIFI, 2003).
2.      Penghampiran yang bertujuan untuk pemenuhan kewajiban zakat (Triyuwono, 2000, dalam Yaya, Rizal dkk, 2014:6).

3.      Penghampiran untuk mewujudkan pertanggung jawaban Isla (Hameed, 2000, dalam Yaya, Rizal dkk, 2014:6).

Senin, 04 Juli 2016

tugas metodologi, contoh proposal kuantitatif untuk lebih jelas bisa dilihat di naimahsblog.wordpress.com yukkkk dibaca..hehehe semoga bermanfaat ya teman..:) terimakasih...